McDonald’s Datanya Bocor ke Publik!

McDonald’s lakukan kerja-sama dengan boyband asal Korea Selatan yaitu BTS, melaunching menu terkini namanya BTS Meal. Banyak orang mengatakan penggemar dari BTS namanya Army ini banjiri pesanan BTS Meal itu.

Menu BTS Meal ini terbagi dalam nugget ayam, kentang goreng, dan minuman bersoda yang memiliki packaging unik dengan berwarna ungu. Dilengkapi dengan dua saus (dipping sauce), saus pedas manis, dan saus Cajun keunikan Korea Selatan.

BACA JUGA: Biodata Lengkap BTS

McDonald’s memiliki masalah Data yang Bocor ke publik!

Di tengah-tengah ramai BTS Meal yang menghipnotis beberapa Army (panggilan fans group BTS) di Indonesia sampai mengakibatkan beberapa restaurant cepat sajian McDonald’s di Indonesia mau tak mau ditutup petugas karena menyalahi prosedur kesehatan, di luar negeri malah tiba berita jika data jaringan McDonald’s sudah diculik oleh faksi ke-3 .

Tetapi, tidak seperti gempuran ransomware pada CNA Financial dan Colonial Pipeline, belakangan ini. McDonald’s mengeklaim tidak bermasalah dengan ransomware karena masih simpan info di AS dengan informasi-informasi konsumen setia di Korea Selatan dan Taiwan, yang diambil peretas.

“Perusahaan mendapati pelanggaran data sesudah sewa konselor untuk menyelidiki aktivitas ilegal pada sistem keamanan internal,” ungkap McDonald’s kepada The Wall Street Journal.

McDonald's kebocoran data!

Kebocoran di Berbagai Negara

Berdasarkan data laporan The Wall Street Journal, merk besar makanan fast food ini mengeklaim alami perampokan menyinggung info toko di Amerika Serikat (AS), dan info beberapa customer di Korea Selatan dan Taiwan.

Manajemen akui mendapati kebocoran data ini sesudah mengaryakan konselor untuk menginterogasi kegiatan tidak berijin dalam mekanisme keamanan intern. Di AS, data yang dijangkau aktor tindak kejahatan terhitung info contact usaha untuk franchise, kemampuan bangku di toko dan luas persegi dari tempat bermain.

Data yang dijangkau di berbagai cabang di Korea Selatan dan Taiwan terhitung data individual konsumen setia. Manajemen memperjelas jika faksinya akan memberitahu ke regulator dan customer yang terhitung dalam perincian terimbas itu.

Tetapi, McDonalds mengutamakan jika info pembayaran customer tidak masuk ke daftar data yang sukses diculik aktor tindak kejahatan cyber itu. Perusahaan makanan siap sajian ini menyebutkan jika operasi usahanya tidak terusik oleh kebocoran data ini. Disamping itu, McDonald menyebutkan jika dalam sekian hari kedepan, beberapa pasar tambahan akan ambil langkah untuk menangani persoalan menyinggung file yang berkaitan dengan data pegawainya.

Beberapa pasar itu terhitung Afrika Selatan dan Rusia, dua negara yang diikuti oleh konselor keamanan pada interograsi awalnya. Kebocoran data non pembayaran dari rantai restaurant seperti McDonald dipandang bukan sebagai persoalan besar.

Kebocoran data ini dipandang tidak sebesar customer menggesek kartu credit atau tutup salah satunya penyuplai daging sapi paling besar di dunia. Tetapi kejadian ini jadi contoh bagaimana perusahaan besar sering jadi sasaran yang dipandang gampang dan hasilkan keuntungan yang besar untuk peretas.

McDonald's di Taiwan kebocoran data

BACA JUGA: Data BPJS Bocor!

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *