Inflasi Amerika Serikat meningkat, bitcoin terjun!

Inflasi dari Amerika Serita mengakibatkan harga bitcoin semakin terjun turun. Walau sebenarnya, banyak investor asset digital yang melihat mata uang kripto khusus, seperti Bitcoin, sebagai lindung nilai pada inflasi. Inflasi AS pada Juni 2021 sebagai yang paling tinggi di dalam 13 tahun akhir.

Crypto adalah asset digital yang direncanakan untuk bekerja sebagai media transisi yang memakai kriptografi yang kuat untuk amankan transaksi bisnis keuangan, mengatur proses pembikinan unit tambahan, dan mengonfirmasi transfer asset.

Merujuk data CoinDesk, harga Bitcoin pada Rabu (14/7) jam 14.51 WIB berada di US$ 31.991,78 atau turun 3,53% dari status 24 jam awalnya.

Harga Bitcoin yang jatuh ke range US$ 31.900 tinggal setengah dari tingkat paling tinggi selama hidup di dekat US$ 65.000 pada April kemarin.

Inflasi AS mengakibatkan Bitcoin jadi terjun bebas!

Tetapi, reaksi pasar Bitcoin pada inflasi yang semakin tinggi dari prediksi kemungkinan menggambarkan karakter pasar keuangan yang kacau.

Harga Bitcoin terjerat dalam range US$ 30.000-US$ 40.000 dalam delapan pekan terakhir. Perdagangan yang sideways tercermin dalam volume perdagangan cryptocurrency yang lemas belakangan ini.

Keuntungan cepat yang terjadi awalnya tahun ini tidak kelihatan sekarang ini. Menurut “Crypto Fear & Greed Index” versus Alternatif.me, pasar kripto sekarang ini dicekram oleh “ketakutan yang ekstrem”.

Walau demikian, banyak konsumen sudah bisa dibuktikan siap menangkap setiap harga Bitcoin turun ke range US$ 30.000.

Baca Juga: Perbedaan Kripto dan SahamĀ 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *